INVESTASI DAERAH : BERTUMPU KEPADA PENGHILIRAN PERTANIAN & PETERNAKAN
Performa investasi Sulawesi Selatan hingga kuartal III/2023 dinilai belum begitu memuaskan meski dari sisi pencapaian mengalami peningkatan secara tahunan. Penghiliran sektor pertanian dan peternakan bakal menjadi tumpuan wilayah ini guna meningkatkan pemerataan peningkatan secara tahunan. Penghiliran sektor pertanian dan peternakan bakal menjadi tumpuan wilayah ini guna meningkatkan pemerataan investasi kekabupaten/kota agar menciptakan sumber-sumber ekonomi baru didaerah. investasi ke kabupaten/kota agar menciptakan sumber-sumber ekonomi baru di daerah.
Optimalisasi investasi pada sektor potensial di Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mulai diperkuat pada 2024 seiring adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Sektor-sektor penopang produk domestik regional bruto (PDRB) akan dipertajam pengelolaannya demi menyelaraskannya dengan realisasi modal yang bisa masuk.Pertanian, perikanan, dan peternakan sejatinya adalah sumber daya menjanjikan di wilayah ini. Potensinya besar. Bahkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk pertumbuhan ekonomi Sulsel kuartal III/2023, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menyumbangkan struktur PDRB terbesar mencapai 22,83%.Namun, besarnya potensi tersebut rupanya tidak membuat mayoritas penanam modal yang masuk ke wilayah ini mengarahkan investasinya ke sektor-sektor ini. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bakal melakukan pengembangan berbagai industri skala besar baik hulu maupun hilir pada tahun depan.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulsel menunjukkan bahwa investasi di sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan hanya Rp427,09 miliar, sedangkan perikanan Rp47,3 miliar.Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Subbidang Keuangan Since Erna Lamba mengatakan bahwa pihaknya cukup menyayangkan angka investasi sektor unggulan ini. Padahal segala potensi pertanian, perikanan, hingga peternakan hampir ada di setiap daerah di provinsi ini.
Untuk pertanian, Sulsel yang sejak dahulu sudah menjadi lumbung pangan nasional, akan dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi produksinya dengan pembagian bibit gratis kepada para petani. Selain itu wilayah ini juga tengah dicanangkan menjadi provinsi pisang terbesar di Indonesia.“Pisang bukan sekadar buah biasa bagi masyarakat Sulsel. Bagi orang Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar, pisang sudah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Peluang pasar ekspornya pun sangat besar, oleh karena itu, kami tetap mengundang swasta yang berminat untuk berinvestasi dalam bidang budi daya pisang,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.
Pada sektor perikanan, pihaknya akan mendorong peningkatan produktivitas perikanan tangkap, melalui penyediaan rumpon dan terumbu karang buatan yang akan menjadi rumah ikan. Upaya ini, selain untuk menekan biaya operasional juga akan meningkatkan tangkapan ikan guna memenuhi kebutuhan ikan domestik dan pasar ekspor.Dari sektor peternakan, Pemprov Sulsel juga akan mengoptimalkan peternakan unggas, sapi, kuda dan kambing, bahkan akan mendorong budi daya dan perbanyakan populasi ayam ketawa yang menjadi ikon wilayah ini.
Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Provinsi Sulsel Abdul Hadi menambahkan, pihaknya telah memetakan rencana pengembangan industri skala besar di beberapa daerah di wilayah ini.
Di lain sisi, pemadaman listrik bergilir di Sulsel dalam beberapa waktu belakangan ternyata sempat menimbulkan keraguan akan berkembangnya iklim investasi di wilayah ini. Pasalnya, PT PLN (Persero) sempat mengatakan bahwa pasokan energi di wilayah ini defi sit.Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) Darmadi meluruskan bahwa defi sit listrik Sulsel ternyata disebabkan kemampuan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) turun sekitar 75% akibat kemarau panjang efek dari fenomena El Nino.
Ekonom Universitas Hasanuddin (Unhas) Anas Iswanto Anwar memandang bahwa sektor pertanian memberikan berbagai manfaat yang signifi kan, baik bagi perekonomian daerah maupun pemenuhan kebutuhan pangan dan bahan baku industri.
Dia memandang bahwa pertanian di Sulsel menjadi salah satu sektor ekonomi utama yang memberikan kontribusi signifikan terhadap PDRB. Sejalan dengan itu, sektor ini juga memainkan peran penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023