Ekspansi Jadi Amunisi Buat HEAL
Puncak pencapaian kinerja PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) memang telah berlalu pada 2021. Pada saat itu HEAL membukukan rekor pendapatan sebesar Rp 5,87 triliun atau meningkat 32,9% secara tahunan year on year (yoy). Namun, seiring meredanya kasus Covid-19, pendapatan emiten pengelola Rumah Sakit (RS) Hermina, itu turun 16,5% menjadi Rp 4,9 triliun pada 2022. Meskipun begitu, HEAL diyakini masih punya prospek yang positif. Analis Henan Putihrai Sekuritas Bryan Soetopo melihat, kenaikan jumlah kunjungan pasien dapat terus mendorong pertumbuhan pendapatan HEAL di masa mendatang. Pada sembilan bulan pertama 2023, HEAL membukukan pendapatan Rp 4,2 triliun dengan laba bersih Rp 349 miliar. Nah, pada periode itu pendapatan pasien rawat inap tumbuh 13,5% yoy dan pendapatan pasien rawat jalan meningkat 18,6% yoy. Bryan memproyeksi, pendapatan HEAL pada 2023 dapat mencapai Rp 5,69 triliun atau meningkat 16% yoy. Lalu, pada 2024, pendapatannya naik lagi sebesar 9,5% yoy menjadi Rp 6,22 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih HEAL tahun 2023 dan 2024 diprediksi mencapai Rp 473 miliar dan Rp 563 miliar atau masing-masing meningkat 58,5% dan 19,0%. Selain itu, dengan bertambahnya jumlah rumah sakit, kapasitas tempat tidur akan semakin banyak. Tingkat keterisian tempat tidur diproyeksi terus meningkat menjadi 68,4% pada 2023 dan 69,2% pada 2024 berkat pemanfaatan dan efisiensi yang lebih besar dalam proses bisnis. "Fokus HEAL pada integrasi bisnisnya melalui digitalisasi yang akan meningkatkan margin kotor perusahaan dalam waktu dekat," ucap Bryan. Dalam riset tanggal 6 November 2023, Analis Sinarmas Sekuritas Michael Filbery pun menilai, ada ekspansi margin di kuartal-kuartal mendatang. Hal ini seiring dengan investasi IT yang akan menghasilkan tingkat efisiensi yang lebih tinggi. Sementara Rudy mematok target harga HEAL Rp 1.720 per saham. Menurutnya, posisi keuangan HEAL yang stabil dan positioning brand yang kuat akan menjadi motor pertumbuhan. Pada perdagangan Senin (4/12), harga HEAL merosot 1,03% ke Rp 1.445 per saham.
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
30 Jun 2025
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Regulasi Perumahan perlu direformasi
26 Jun 2025
Duo Investor Raksasa Dibalik RS Hermina
26 Jun 2025
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
24 Jun 2025
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
23 Jun 2025
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023