;

Kontestasi agar Tetap dalam Ring Aturan

Kontestasi agar
Tetap dalam
Ring Aturan

Sejumlah pemuka agama yang tergabung dalam Forum Peduli Indonesia Damai memandang situasi politik dalam Pemilu 2024 kian memanas. Mereka menyerukan agar semua pihak, baik peserta pemilu, penyelenggara pemilu, pemerintah, maupun masyarakat, menaati aturan guna menjaga situasi bangsa tetap damai. Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud menyampaikan, benih-benih perpecahan sudah bermunculan di daerah tertentu. Selain itu, dalam pemilu, kini sudah muncul propaganda dan persaingan yang tidak sehat via media sosial. ”Sesungguhnya, berbangsa dan bernegara itu harus memegang teguh aturan. Menyiasati aturan itu yang membuat karut-marut, membuat negara ini dalam kondisi bahaya kare-na aturannya dilanggar. Jika persaingan tetap di dalam ring (aturan), kita bisa melewatinya dengan gembira, senang, tanpa gesekan,” ujarnya dalam konferensi pers Seruan Indo-nesia Damai, di Gedung Karya Sosial, Kompleks Gereja Katedral Jakarta, Jakarta, Rabu (6/12).

Forum itu dihadiri pula Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Izzul Muslimin, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pendeta Gomar Gultom, Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia Philip K Widjaja, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Budi S Tanuwibowo, dan Sri Eko Sriyanto Galgendu dari kepemimpinan Spiritual Nusantara. Dalam pertemuan itu, delapan pemuka agama di Indonesia menyerukan Sembilan poin untuk perdamaian bangsa saat pemilu. Hal itu mulai dari mengutamakan kepentingan umum, meneguhkan konsep Pancasila, mendesak aparat untuk netral, menghindari hoaks, membangun kesiagaan terhadap potensi turbulensi politik, membersihkan korupsi, kolusi, dan nepotisme, mendorong terwujudnya rekonsiliasi nasional, berdoa untuk keselamatan bangsa, hingga mengajak tokoh agama merapatkan barisan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :