;

Balada Masyarakat Makan Tabungan

Ekonomi Yoga 28 Nov 2023 Kompas
Balada Masyarakat Makan Tabungan

Satu tahun terakhir ini, Trixy (27) kesulitan menabung. Dulu, ia bisa menyisihkan pemasukannya untuk ditabung di bank atau diinvestasikan dalam bentuk emas dan valuta asing (valas). Setidaknya Rp 500.000 dari gaji bulanannya yang sekitar Rp 5 juta ditabung. Namun, belakangan, simpanannya semakin sering ditarik untuk mencukupi kebutuhan hidup. Apalagi, setelah orangtuanya pensiun, Trixy jadi tulang punggung keluarga. Tabungannya paling lama hanya bertahan dua bulan sebelum diputar lagi untuk macam-macam kebutuhan. ”Dulu waktu awal-awal kerja, punya rencana mulia mau rutin nabung, investasi. Tapi, namanya hidup ada aja,” katanya saat dijumpai, Kamis (23/11). Trixy kini tidak bisa lagi menabung secara rutin. Terlebih, gajinya cenderung jalan di tempat setelah enam tahun bekerja. Kalah dengan biaya hidup yang naik lebih cepat dan lebih tinggi.

Ongkos transportasi untuk bekerja memakai ojek daring naik 20 % satu tahun terakhir ini. Dalam sebulan, ia harus menyisihkan Rp 1,5 juta untuk transportasi. Urusan rumah dan kebutuhan pokok bulanan juga naik, dari Rp 2 juta mendekati Rp 3 juta. Tabungannya tak hanya terpakai untuk kebutuhan pokok. Trixy juga harus mengeluarkan uang untuk tuntutan pergaulan meski ia berusaha tidak terlalu ”hedon”. Ia dan teman-temannya, misalnya, mulai ”nongkrong” di kos atau rumah ketimbang kafe atau mal. Namun, ada saja ongkos yang harus dibayar untuk menjadi manusia yang aktif di masyarakat. ”Kebetulan ini tahun nikahan. Teman dekat yang nikah sampai 11 orang. Ikut happy pasti, tetapi enggak mungkin, kan, enggak kasih amplop, patungan bridal shower, atau kasih kado,” kata karyawati swasta asal Surabaya itu.

Berdasarkan kajian terbaru Mandiri Spending Index (MSI) per November 2023, meski tingkat konsumsi masyarakat terjaga, nilai tabungan kelompok bawah (setara masyarakat kelas menengah-bawah) dengan saldo di bawah Rp 1 juta terus turun sejak awal 2022 hingga sekarang. Terutama, sejak Lebaran. Per November 2023, indeks tabungan masyarakat menengah-bawah anjlok ke level 47,4, terendah dalam nyaris dua tahun terakhir ini. Sebagai perbandingan, pada Juli 2023, indeks tabungan kelompok ini masih di level 83. Seiring berkurangnya tabungan, indeks belanja mereka mulai melambat meski masih tum- buh di level 269,2. ”Tabungan kelompok ini berkurang sangat dalam, sudah 53 % sejak tahun lalu. Dampak dari tabungan yang terus terpakai untuk konsumsi itu mulai terlihat, kemampuan belanja mulai turun,” kata Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :