Tantangan Berat Industri Nikel
JAKARTA,ID-Industri nikel menghadapi tantangan berat pada 2023, seiring turunnya harga komoditas ini di pasar global hingga 35%, dipicu penurunan permintan dari industri baja tahan karat dan mobil listrik (electric vehicle/VE). Selain itu, pasokan nikel dari Indonesia terus bertambah, menyusul megaekspansi yang dilakukan para pemain asal China. Berdasarkan data tradingeconomics.com, harga nikel jebol dibawah sejak 2021. Dalam setahun terakhir, harga nikel merosot 29% menjadi US$ 17.160 per ton dari US$ 24.262 per ton. Adapun secara year on date (ytd) harga nikel anjlok 35% dari sebelumnya US$ 26.557 per ton. Dengan harga nikel di level US$ 18 ribu per ton sekitar sepertiga pemain nikel di Indonesia akan mencetak kas negatif. Kemudian, jika harga nikel melorot lagi menjadi US% 15 ribu per ton, sebanyak 40% pemain nikel di Indonesia akan masuk ke jurang kerugian. (Yetede)
Tags :
#NikelPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
02 Feb 2026
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
30 Jun 2025
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
25 Jun 2025
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
25 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
21 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023