Hati-hati Swasta Berinvestasi di Nusantara
JAKARTA – Peletakan batu pertama alias groundbreaking sejumlah infrastruktur baru di area Ibu Kota Nusantara (IKN) selama beberapa bulan terakhir dinilai belum mencerminkan minat calon investor swasta. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan beberapa inisiator proyek swasta di ibu kota baru sudah mengantongi kajian bisnis tersendiri. Namun, secara umum, para investor masih berhati-hati. “Buktinya masih ada yang membentuk konsorsium untuk meredam risiko (dari proyek di IKN),” katanya kepada Tempo, kemarin.
Kunjungan Presiden Joko Widodo ke IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akhir-akhir ini diisi dengan seremonial groundbreaking proyek baru, baik yang didanai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara maupun yang diusulkan swasta. Pada 21-23 September lalu, misalnya, Kepala Negara meresmikan pembangunan sejumlah proyek yang nilai investasi totalnya diklaim mencapai Rp 23 triliun. Pada 1-3 November lalu—diistilahkan sebagai gelombang groundbreaking kedua—Jokowi kembali meresmikan konstruksi 10 proyek senilai Rp 12,5 triliun. Pemerintah digadang-gadang masih menyiapkan groundbreaking sekelompok proyek lain yang nilainya menembus Rp 10 triliun pada Desember 2023. (Yetede)
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
30 Jun 2025
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
25 Jun 2025
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
25 Jun 2025
Perang Global Picu Lonjakan Utang
25 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023