;

Belum Ada Solusi Harga Energi Baru

07 Nov 2023 Kompas
Belum Ada Solusi Harga Energi Baru

Ketiga pasangan calon presiden-calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2024 punya gagasan masing-masing untuk meningkatkan kontribusi bauran energi baru dan terbarukan. Tujuan mereka sama, yaitu menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang menitikberatkan pada perlindungan lingkungan. Meski demikian, belum ada strategi konkret yang dipaparkan oleh ketiga pasangan calon untuk menyelesaikan akar masalah lambannya kemajuan kontribusi bauran energi baru terbarukan (EBT), yakni harga EBT yang belum kompetitif dengan energi fosil. Melihat dokumen visi dan misi pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, mereka sama-sama punya tujuan mereduksi paparan gas rumah kaca hasil aktivitas ekonomi, dengan memanfaatkan dan menggali potensi sumber EBT secara optimal. Pemerintah Indonesia menargetkan bauran EBT 23 % pada 2025. Namun, hingga akhir 2022, bauran EBT nasional baru 14,11 %. Belum maksimalnya realisasi target bauran EBT ini dapat menghambat tahapan reduksi emisi karbon Indonesia di masa mendatang.

Pasangan Anies-Muhaimin berkomitmen mendorong pencapaian target emisi tahunan demi menyukseskan target karbon netral (net zero emission/NZE) pada 2060 dan berkolaborasi dengan pemda untuk mengupayakan NZE pada 2050. Peran EBT juga akan ditingkatkan dalam bauran energi nasional untuk menahan laju perubahan iklim dan polusi, menghemat devisa, dan melepaskan diri dari ketergantungan impor energi. Kontribusi EBT ditargetkan naik menjadi 22 %-25 % pada 2029. Target bauran kontribusi EBT pasangan Ganjar-Mahfud lebih ambisius, yakni 25 % hingga 30 % pada 2029. Guna men capainya, wilayah perdesaan juga akan didorong agar mampu memberdayakan sumber energi lokal berbasis EBT untuk memasok kebutuhan energi domestik. Pasangan Prabowo-Gibran tidak secara spesifik menuliskan dalam dokumen visi dan misi mereka soal target dari peningkatan kontribusi EBT. Meski demikian, pasangan ini menyatakan akan merevisi seluruh regulasi yang selama ini menghambat peningkatan investasi baru di sektor EBT.

Meski ketiga pasangan capres-cawapres memiliki perhatian terhadap peningkatan bauran EBT untuk mengejar target karbon netral, tidak ada satu pun pasangan yang punya gagasan dan jalan keluar untuk membuat harga EBT lebih terjangkau. Kepala Kajian Ekonomi Lingkungan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Alin Halimatussadiah mengatakan, tantangan pemanfaatan energi hijau adalah membuat harga kompetitif dengan energy fosil. Hal ini membutuhkan dukungan regulasi, mulai dari pemakaiankapasitas besar, sedang, hingga kecil. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :