Sumber Dana Kampanye Tunjukkan Komitmen Iklim
Sejumlah kelompok masyarakat sipil menuntut ketiga pasangan
bakal calon presiden dan wakil presiden untuk mendeklarasikan komitmen mereka
pada aksi nyata penanganan krisis iklim dan transisi energi. Salah satu caranya
dengan berani transparan membuka aliran dana kampanye mereka kepada publik. Koordinator
Climate Rangers Jakarta Ginanjar Ariyasuta mengatakan, visi dan misi ketiga
pasangan bakal capres dan cawapres memang sudah mencantumkan beberapa rencana
penanganan krisis iklim. Akan tetapi, orang-orang di sekelilingnya, seperti tim
pemenangan, relawan, dan lain-lain, di balik ketiganya masih terafiliasi dengan
perusahaan energi kotor.
”Komitmen masing-masing pasangan calon masih belum serius
dalam penanganan krisis iklim. Ketidakpastian penanganan krisis iklim dan
transisi energi semakin kuat menjelang Pemilihan Presiden 2024 ini,” kata
Ginanjar saat berunjuk rasa di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (3/11). Dalam unjuk
rasa itu, puluhan orang dari berbagai lembaga swadaya masyarakat yang tergabung
dalam gerakan ”Power Up” ini berjalan kaki dari Kantor YLBHI menuju ke Kantor
KPU. Sepanjang jalan mereka bernyanyi, berorasi, dan menyuarakan dampak krisis
iklim yang semakin memburuk. Mereka mendesak KPU agar transparan membuka semua
aliran dana kampanye dari ketiga pasangan calon kepada masyarakat calon
pemilih. Setiap pasangan calon yang masih menerima dana dari perorangan, kelompok,
perusahaan, dan atau badan nonpemerintah yang terafiliasi dengan industri energi
kotor dianggap tidak berkomitmen menyelamatkan bumi. (Yoga)
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023