Indonesia Perlu Peta Jalan Ekonomi Hijau
Pengembangan ekonomi hijau memerlukan peta jalan yang jelas dan pemahaman yang sama di segala tingkatan agar Indonesia tidak sekadar ”mendadak hijau”. Saat ini, transisi menuju ekonomi hijau masih sebatas kewajiban yang dijalankan asal cepat di berbagai sektor tanpa diiringi dukungan kebijakan yang tepat. Akibat perencanaan yang belum terarah, peluang di pasar tidak tercipta. Upaya menarik investor untuk mendanai proyek-proyek ekonomi hijau masih sulit karena masih minimnya permintaan di pasar. Indonesia pun terus berkutat dengan kendala pembiayaan dan nilai keekonomian. ”Kita masih serba mendadak hijau, belum tahu yang mana yang sektor prioritas, yang penting di mana-mana harus hijau karena lagi ada desakan untuk menekan emisi.
Akhirnya, transisi ke ekonomi hijau masih dilihat sebagai beban kewajiban, bukan peluang,” kata ekonom senior dan pendiri Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Hendri Saparini, dalam CEO Insight Kompas 100 CEO Forum Powered by PLN sesi pertama yang bertema ”Melangkah ke Depan: Akselerasi Infrastruktur Hijau dan Dampaknya bagi Perekonomian,” di Jakarta, Senin (23/10). Pada sesi kedua dengan tema ”Menjawab Tantangan melalui Pengembangan Bisnis Berkelanjutan”. Hendri menuturkan, peta jalan pengembangan ekonomi hijau yang belum komprehensif lintas sektor juga membuat kesepahaman di berbagai tingkatan, seperti pusat dan daerah, belum sejalan. Ia mencontohkan Inpres No 7 Tahun 2022 yang mewajibkan pemerintah memakai kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas. Namun, kewajiban itu belum diiringi kesepahaman yang sama dari pusat ke daerah. Menurut Hendri, program pengembangan kendaraan listrik seharusnya jadi peluang investasi untuk sektor swasta, tetapi karena arah kebijakan belum komprehensif dan pasar belum tercipta, akhirnya peluang itu belum tertangkap. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023