Saham Batubara Mulai Hangat Lagi
Harga batubara berpeluang menghangat menjelang akhir tahun. Penguatan ini sejalan dengan kenaikan permintaan menjelang musim dingin. Hal ini pun dapat menjadi angin segar bagi saham emiten tambang. Senior Equity Research Analyst Jasa Utama Capital Sekuritas Samuel Glenn Tanuwidjaja mengatakan, penggunaan batubara di India dan China diprediksikan masih bertumbuh masing-masing sebesar 4,9% secara tahunan atau year on year (yoy) dan 3,5% yoy. Harga batubara ICE Newcastle pun berpeluang diperdagangkan di rentang US$ 153-US$ 173 per ton pada kuartal keempat tahun ini. Di sisi lain, prospek harga batubara juga masih dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan dan menurunnya harga gas alam yang berperan sebagai substitusi batubara sebagai sumber daya pembangkit listrik di negara-negara maju. Sehingga, permintaan gas alam bisa lebih tinggi dibanding batubara di musim dingin ini. Tren penguatan dollar Amerika Serikat (AS) juga bakal mempengaruhi kinerja emiten sektor ini. Dari sisi importir, pergerakan harga batubara sangat bergantung dengan dollar AS karena harga patokan global yang diperdagangkan menggunakan mata uang ini. Melihat sentimen ini, Glenn pun merekomendasikan saham PT United Tractors Tbk (UNTR) bagi investor yang suka saham defensif. Pendapatan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini masih tumbuh 16% yoy pada semester I-2023. Meski pertumbuhannya masih di bawah rata-rata lima tahunan yakni 19%, namun UNTR mampu mencetak nilai pendapatan tertinggi dalam 10 tahun. Glenn juga menyukai saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). Emiten milik Garibaldi "Boy" Thohir ini dipoles oleh prospek jangka panjangnya, terutama setelah resmi mendapat pembiayaan penuh untuk pembangunan proyek pabrik pengolahan alias smelter aluminium. Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan menyematkan peringkat netral terhadap saham sektor batubara. Peringkat ini menggambarkan masih berlanjutnya moderasi harga batubara dari posisi tahun lalu. Hal ini membuat normalisasi laba bersih emiten batubara masih akan terjadi hingga tahun 2024. Sementara itu, penguatan harga batubara Newcastle cenderung didorong oleh lonjakan harga minyak mentah yang baru-baru ini terjadi. Erindra melihat ada peluang penguatan saham batubara pada kuartal IV-2023 setelah rilis kinerja kuartal III-2023. Sebab, data perdagangan dan inventaris batubara terkini mengindikasikan adanya aktivitas permintaan musiman sedang berlangsung.
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
30 Jun 2025
Perang Global Picu Lonjakan Utang
25 Jun 2025
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
24 Jun 2025
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
24 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023