Rupiah Siaga Satu
JAKARTA,ID-Nilai tukar rupiah terkapar dalam tiga bulan terakhir, lantaran maraknya sejumlah sentimen negatif. Rupiah diprediksi bisa menembus level psikologis Rp16.000 per dolar AS jika pemerintah tidak segera melakukan langkah antisipasi. Sentimen negatif utama rupiah datang dari kembali mencuatnya sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS), The federal Reserve (The Fed). Artinya, kemungkinan The Fed masih mempertahankan rezim suku bunga tinggi demi menjangkar inflasi disasaran 2%. Ini akan memicu pelarian modal dari negara-negara pasar berkembang, seperti Indonesia, sehingga memukul rupiah. Tekanan ke rupiah makin dahsyat setelah harga minyak di pasar dunia melonjak, yang tidak diimbanGi dengan kenaikan andalan komoditas ekpor. Sebagai negara net importir minyak, Indonesia membutuhkan banyak dolar untuk mengimpor komoditas itu. Namun, pasokan dolar menipis, lantaran ekspor melorot. (Yetede)
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
03 Feb 2026
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
02 Feb 2026
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
25 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
23 Jun 2025
Pasar Dalam Tekanan
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023