Proyek Jalan Tol Butuh Investasi Rp 400 Triliun
Pemerintah masih mencari sokongan pembiayaan untuk rencana pembangunan jalan tol baru sepanjang 2.500 kilometer hingga 2024. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Danang Parikesit, mengatakan kebutuhan investasi sektor jalan bebas hambatan mencapai lebih dari Rp 400 triliun.
Dari target tersebut, terdapat asumsi kebutuhan Rp 110-15- miliar untuk konstruksi per kilometer. Menurut Danang penawaran proyek cenderung disesuaikan dengan karakter investor. Sebagian besar pemodal hanya mengasup modal dan berfokus pada pengembalian investasi. Namun ada pula yang bersikap aktif dalam proses konstruksi, bahkan bergabung sebagai operator. Peluang investasi jumbo untuk sektor jalan tol sebelumnya diungkapkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seusai bertemu United States International Development Finance Corporation (DFC), akhir pekan lalu. Meski masih dijajaki, lembaga pendanaan asal Amerika Serikat yang kerap bermitra dengan negara- negara berkembang itu berpotensi mengucurkan US$ 60 miliar atau berkisar Rp 820 triliun untuk proyek milik pemerintah Indonesia. Chief Executive Officer DFC Amerika Serikat, Adam Bochler, mengatakan peluang investasi US$ 60 miliar masih bisa meningkat hingga 4-5 kali lipat mengingat DFC baru berdiri selama dua pekan dan masih bisa menjaring pembiayaan lebih besar.
Tags :
#InfrastrukturPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023