;

INDUSTRI AVIASI : UNTUNG RUGI MERGER TIGA MASKAPAI

Ekonomi Hairul Rizal 01 Sep 2023 Bisnis Indonesia
INDUSTRI AVIASI : UNTUNG RUGI MERGER TIGA MASKAPAI

Penggabungan tiga maskapai pelat merah terus bergulir dengan target selesai paling telat awal tahun depan, meskipun masih diragukan efektivitasnya menekan biaya logistik Indonesia. Kabar terbaru rencana merger PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Citilink Indonesia, dan Pelita Air kembali disampaikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Setelah mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Jakarta pada Kamis (31/8), menteri yang juga pemilik PT Adaro Energy Tbk. itu membeberkan skema merger untuk tiga maskapai penerbangan pelat merah. Menurutnya, Kementerian BUMN tetap mengarahkan ketiga maskapai itu sesuai dengan target pasarnya masing-masing. Garuda Indonesia akan tetap melayani segmen premium, Pelita Air melayani pasar medium, sedangkan Citilink akan melayani pasar tarif hemat atau low cost carrier (LCC). Rencananya, Erick mengungkap Garuda akan tetap berdiri sebagai satu entitas, sedangkan Citilink dan Pelita Air akan dilebur menjadi satu. Sejauh ini, skema peleburan Citilink dan Pelita Air masih terus dibahas dengan penetapan bentuk penggabungan kedua entitas itu bergantung kepada kajian pembukuan masing-masing perusahaan. Dengan skema melebur kedua maskapai itu, pemilik saham Pelita Air, PT Pertamina (Persero) akan memiliki sebagian kepemilikan pada Citilink. Namun, Erick tidak menyebutkan berapa porsi kepemilikan yang akan dipegang oleh Pertamina. Sejak awal, tujuan merger ketiga maskapai tersebut adalah untuk meningkatkan jumlah pesawat yang beroperasi di Indonesia. Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi menilai rencana merger tiga maskapai itu tepat seiring dengan pertumbuhan industri aviasi pascapandemi. Menurutnya, pelaku industri aviasi, seperti maskapai perlu memperkuat diri agar dapat mengakomodasi pertumbuhan pergerakan penumpang, baik domestik maupun internasional. Faik menilai, merger Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air akan berimbas positif bagi operator bandara, termasuk AP I.  Sebaliknya, pemerhati penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soejatman menilai merger ketiga maskapai itu tidak tepat. Alasannya, kondisi keuangan masing-masing maskapai yang berbeda. Gerry memaparkan kondisi finansial Garuda masih belum menunjukkan arah menjanjikan pasca-PKPU. Sebaliknya, Citilink Indonesia diprediksi juga mengalami kerugian.

Download Aplikasi Labirin :