STABILISASI HARGA PANGAN : BAPANAS INGIN BANSOS BERAS DIPERCEPAT
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengisyaratkan penyaluran bantuan sosial pangan berupa beras bakal dipercepat ke September dari semula Oktober untuk mengerem kenaikan harga beras yang terus berlanjut. Harga beras medium berada dalam tren kenaikan sejak Agustus 2022 hingga kini. Harga rata-rata bahan pangan pokok itu Rp12.040 per kg selama Agustus 2023, berdasarkan data Bapanas kemarin. Tingkat ini lebih tinggi dibandingkan dengan harga rata-rata beras medium pada Agustus 2022 yang hanya Rp10.780 per kg. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan dalam siklus produksi beras dalam negeri setiap tahun, produksi lebih sedikit pada semester II dibandingkan dengan semester I. Oleh karena itu, pemerintah berencana melakukan intervensi lebih awal. “Kalau saya menyarankan lebih baik September awal itu sudah harus digelontorkan,” ujarnya seusai meninjau harga beras di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Senin (28/8). Arief mengatakan Bapanas bersama dengan Perum Bulog dan beberapa kementerian terkait akan mengusulkan percepatan penyaluran bansos beras kepada Presiden Joko Widodo. Menurut rencana, bantuan akan digelontorkan selama 3 bulan, mulai Oktober hingga Desember 2023 kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Adapun, total beras yang disiapkan untuk program ini sebanyak 640.000 ton. Penyaluran akan dilaksanakan oleh Perum Bulog. Penyaluran beras sebagian besar berasal dari penugasan impor. Direktur Umum Perum Bulog Budi Waseso dalam kegiatan yang sama menyampaikan saat ini beras impor telah terealisasi sebanyak 1,6 juta ton. Sisanya, yakni 400.000 ton, sebagian sudah masuk ke sejumlah wilayah di Indonesia dan sebagian lagi masih dalam perjalanan. Sementara itu, kenaikan harga beras medium ikut merembet ke harga beras premium. Perum Bulog menemukan beras premium dijual di atas Rp13.000 per kgdi Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, kemarin. Bapanas melalui Peraturan Bapanas (Perbadan) No.7/2023 tentang Harga Eceran Tertinggi Beras menetapkan HET berdasarkan wilayah. HET untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatra Selatan sebesar Rp10.900 per kg untuk beras medium dan Rp13.900 per kilogram untuk beras premium. Pada perkembangan lain, Kementerian Perdagangan meminta importir untuk segera merealisasikan kuota impor bawang yang sudah diberikan untuk menekan harga komoditas itu yang melonjak di pasar dalam negeri. Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan realisasi persetujuan impor (PI) bawang putih baru mencapai 68,13% atau sekitar 297.297 ton dari volume total persetujuan impor sebanyak 463.351 ton.
Tags :
#PanganPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023