Untung-Rugi RI Masuk OECD
Saat ini, OECD beranggotakan 38 negara yang mayoritas berstatus negara berpendapatan tinggi dengan rata-rata Pendapatan nasional bruto (PNB) per kapita 44.886 USD pada 2022. Hanya dua anggota dengan status negara berpendapatan menengah-atas, yaitu Kolombia (PNB per kapita 6.630,3 USD) dan Kosta Rika (PNB per kapita 13.198 USD). PNB per kapita Indonesia pada 2022 adalah 4.580 USD, membuat RI kembali naik status sebagai negara berpendapatan menengah atas. Jika disetujui menjadi anggota OECD, Indonesia akan menjadi negara Asia Tenggara pertama dan negara Asia ketiga yang bergabung di organisasi yang sering disebut sebagai ”klub negara maju” itu. Akhir-akhir ini, proses lobi untuk menjadi anggota OECD semakin intens dilakukan.
Pada Kamis (10/8) Sekjen OECD Mathias Cormann berkunjung ke Indonesia untuk bertemu Presiden Jokowi, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menkeu Sri Mulyani, secara terpisah. Seusai bertemu Cormann di Kemenko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, keanggotaan OECD dapat mempercepat upaya Indonesia keluar dari perangkap negara berpendapatan menengah dan menjadi negara berpendapatan tinggi. Sebab, setiap negara anggota OECD akan didorong melakukan reformasi serta menerapkan standar kebijakan dan regulasi tertentu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas. Peluang investasi dan kerja sama perdagangan juga otomatis terbuka lebih lebar.
Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan, meski banyak manfaat yang bisa didapat, ada implikasi ”biaya” yang perlu dicermati. Dengan menjadi anggota OECD, Indonesia bisa menaikkan reputasi di mata dunia dan menarik lebih banyak investasi dari negara maju. Indonesia juga akan terdorong mereformasi kebijakan sesuai dengan standar internasional. Di sisi lain, implikasi ”biaya” yang perlu ditanggung, antara lain, tanggung jawab lebih untuk membantu negara miskin dan berkembang. (Yoga)
Postingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023