Berakhir Sudah Masa Kejayaan WFH
Zoom yang berbasis di San Jose, California, AS itu tumbuh eksplosif selama tahun pertama pandemic ketika banyak perusahaan bergegas beralih ke WFH atau bekerja dari jarak jauh. Keluarga dan teman bahkan beralih ke platform ini untuk bertemu ramai-ramai secara virtual sebagai obat rindu. Saham Zoom Video Communications Inc melonjak 15 kali lipat dari harga penawaran umum perdana setahun sebelum pandemi. Nilai pasar sahamnya mencapai 140 miliar USD dan membuatnya unggul di sektor teknologi saat krisis Covid-19. Pertumbuhan Zoom kemudian mandek karena ancaman pandemi surut. Masa-masa kejayaan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah itu harus berakhir. Sahamnya anjlok dari 559 USD pada Oktober 2020 menjadi di bawah 70 USD pada Selasa (8/8).
Saham merosot lebih dari 10 % pada Agustus. Pada Februari lalu, Zoom sudah memutus hubungan kerja terhadap sekitar 1.300 orang atau 15 persen dari total jumlah tenaga kerjanya. Zoom memiliki 8.000 karyawan di 12 kantor di seluruh dunia. Sahamnya jatuh karena banyak pelanggannya yang mulai memanggil karyawannya untuk kembali bekerja di kantor. ”Membiarkan karyawan bekerja di mana saja sudah menjadi tren. Sulit memaksa karyawan untuk kembali. Saya kira bekerja secara campuran akan menciptakan peluang bisnis baru bagi perusahaan,” kata CEO Zoom Eric Yuan. Perusahaan teknologi lain seperti Google, Salesforce, dan Amazon juga sudah menerapkan kebijakan kembali bekerja di kantor meski ada karyawan yang tidak setuju karena waktu dan uang yang terbuang ketika mereka harus ke kantor. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023