;

Ancaman Krisis Pangan Menghantui Indonesia

Ancaman Krisis Pangan Menghantui Indonesia

Indonesia dihadapkan pada ancaman krisis pangan di depan mata. Pasalnya, kebutuhan produk pangan di dalam negeri semakin meningkat, sedangkan pasokannya terus menipis akibat sejumlah faktor.Dampak El-Nino yang menyebabkan kemarau ekstrem di sebagian wilayah Indonesia menyebabkan produksi beras anjlok. BMKG mengungkapkan, saat ini, sebanyak 63% wilayah di Indonesia telah kena dampak El Nino.Sementara rencana impor satu juta ton beras dari India untuk menambal kekurangan pasokan, nyatanya sampai saat ini belum terlaksana. Apalagi, sejak 20 Juli lalu, India kabarnya menghentikan ekspor beras. Negeri Sungai Gangga merupakan pengekspor beras terbesar di dunia, dengan kontribusi lebih dari 40% pengiriman global.Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada 2022, India menjadi pemasok beras terbesar bagi Indonesia. Sepanjang tahun lalu, Indonesia mengimpor beras dari India 178.000 ton, setara 41% dari total volume impor beras nasional di 2022.Selain beras, Indonesia juga berpotensi kekurangan pasokan daging sapi. Ihwalnya, Badan Karantina Pertanian (Barantan) terpaksa menangguhkan impor sapi dari empat fasilitas peternakan di Australia, setelah hewan tersebut terdeteksi secara klinis menderita penyakit Lumpy Skin Diseases alias LSD.Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan, pangan menjadi salah satu perhatian Presiden Joko Widodo. Dan, "Stok pangan sampai 2023 masih aman," katanya, kemarin. Menurut Arief, Bulog telah mengamankan 1,3 juta ton beras per 2 Agustus 2023. Adapun target pengadaan beras impor tahun ini sebanyak dua juta ton. Karena itu, Arief mendorong top up stok Bulog hingga di atas satu juta ton. Ini demi mengantisipasi situasi dan dinamika yang terus berkembang."Saat ini, stok Bulog di kisaran 800.000 ton," sebut Kepala Bapanas. Ketua Serikat Petani Indonesia Henry Saragih mengatakan, stok beras tetap aman. Alasannya, hasil musim tanam (MT) kedua sudah dipanen sebagian. "Jadi, kalaupun terjadi El-Nino, itu paling menganggu adalah sawah tadah hujan. Memang, sawah tadah hujan juga selama ini tidak melakukan penanaman pada MT ketiga," ujar dia kepada KONTAN, Jumat (4/8).Harga panganDi sisi lain, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan, pergerakan harga pangan di semester II 2023 masih dipengaruhi El Nino. Berdasarkan rilis data Indeks Harga Produsen oleh BPS, harga produk pertanian mengalami kenaikan sebesar 6,49% secara tahunan (yoy) dan 0,85% secara kuartalan (qtq).

Tags :
#Pangan
Download Aplikasi Labirin :