Vaksin HPV Membuat RI Makin Mandiri
Kemandirian bangsa untuk memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri kian terwujud. Vaksin human papillomavirus atau HPV NusaGard produksi PT Bio Farma (Persero) secara resmi diluncurkan, menambah jenis produk bioteknologi farmasi yang berhasil diproduksi di dalam negeri. Dirut PT Bio Farma (Persero) Shadiq Akasya mengatakan, sebanyak 3,1 juta dosis vaksin HPV NusaGard siap diproduksi pada 2023, untuk memenuhi kebutuhan program imunisasi nasional, khususnya imunisasi HPV yang tahun ini akan diberikan untuk 2,9 juta anak perempuan usia sekolah dasar kelas V dan VI.
”Vaksin HPV NusaGard ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan vaksin yang dibutuhkan dalam program pemerintah sekaligus mendukung tercapainya eliminasi kanker serviks pada 2030,” ujarnya dalam acara peluncuran vaksin HPV NusaGard, di Jakarta, Rabu (2/8). Vaksin HPV NusaGard merupakan vaksin HPV kuadrivalen yang dapat digunakan untuk mencegah infeksi HPV tipe 6, 11, 16, dan 18 yang berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks. Vaksin ini dikembangkan atas kerja sama antara PT Bio Farma dan MSD (Merck Sharp and Dohme) melalui transfer teknologi dari vaksin gardasil yang diproduksi oleh MSD. Untuk sementara, vaksin HPV NusaGard hanya diproduksi guna keperluan program nasional, yang diberikan dalam dua dosis dengan jarak enam bulan. Dosis pertama akan diberikan pada anak perempuan usia SD kelas V dan dosis kedua pada usia SD kelas VI. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023