Opsi Pembiayaan Pensiun Dini PLTU
Mimpi pemerintah menghentikan operasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) lebih cepat terganjal masalah pembiayaan. Sejumlah pihak masih optimistis banyak opsi untuk mendanai pensiun dini PLTU batu bara. Dalam beragam kesempatan, pemerintah mengklaim program pensiun dini PLTU butuh dana besar. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah menyebut angka US$ 25-30 miliar untuk menutup 5,5 gigawatt PLTU sampai 2030. Menurut hitungan PT Sarana Multi Infrastruktur, setiap penghentian PLTU berkapasitas 1 GW bakal memakan biaya sebesar US$ 400-450 juta.
Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana, menyatakan pemerintah mengandalkan program Just Energy Transition Partnership (JETP) sebagai sumber pembiayaan utama untuk pensiun dini PLTU. Program pembiayaan tersebut terdiri atas US$ 10 miliar pinjaman komersial dari lembaga keuangan, serta US$ 10 miliar pinjaman lunak dan hibah dari beberapa negara yang tergabung dalam International Partners Group. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023