;

Sriwijaya Gaet Investor Setelah Pecah Kongsi

15 Nov 2019 Tempo
Sriwijaya Gaet Investor Setelah Pecah Kongsi

Grup Sriwijaya Air mulai menjaring investor baru untuk menyokong kegiatan operasional setelah menghentikan kerja sama manajemen (KSM) dengan Garuda Indonesia. Kuasa hukum Sriwijaya Air, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan perusahaan berupaya menormalkan frekuensi layanan yang sempat tergerus. Meski menolak merincinya, Yusril menuturkan kliennya sudah didekati sejumlah investor, termasuk pemodal asing.

Hubungan kedua grup maskapai yang terjalin sejak November 2018 itu sudah retak pada pertengahan tahun ini. Keputusan pecah kongsi pada akhir September lalu membuat Garuda menarik layanan perawatan dan perbaikan teknis (maintenance, repair, overhaul/MRO), termasuk mesin pesawat yang disewakan, dari armada Sriwijaya. Sambil menjajaki sumber pendapatan baru, Head of Corporate Communication Sriwijaya Air, Adi Willi Harhari, mengatakan manajemen mengusahakan perawatan mandiri. Bantuan teknis disuplai sementara oleh beberapa entitas, yaitu FL Technic, PT Mulya Sejahtera Technology, dan PT Merpati Maintenance Facility. Pihak Sriwijaya mengatakan frekuensi penerbangan Grup Sriwijaya, yang optimalnya bisa menyentuh 160 flight per hari, kini merosot hingga 53 flight per hari. Ketua Komisi Transportasi DPR, Lasarus, mengatakan akan memanggil sejumlah bos maskapai penerbangan pada pekan depan untuk membahas beberapa isu penerbangan, termasuk kisruh Garuda dan Sriwijaya. Pasalnya, masalah ini sempat menyebabkan banyak pembatalan penerbangan yang merugikan konsumen.


Tags :
#Penerbangan
Download Aplikasi Labirin :