IMPOR KRL BARU : DANA SEGAR MENANTI KAI COMMUTER
Pemerintah memastikan tidak akan meninggalkan PT Kereta Commuter Indonesia sendirian setelah memutuskan untuk enggan mengimpor rangkaian kereta rel listrik atau KRL bekas dari Jepang. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan bakal memberikan suntikan tambahan modal melalui penyertaan modal negara yang disampaikan lewat PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai induk usaha PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter. Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN II, mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Keuangan terkait dengan usulan pemberian penyertaan modal negara untuk anak perusahaan KAI tersebut seiring dengan rencana impor tiga rangkaian KRL baru dari Negeri Sakura. “Kemarin baru keputusannya [impor KRL baru]. Ini baru mau kami rapatkan juga dengan Menteri Keuangan,” katanya usai Pelepasan Tim Jelajah BUMN 2023 Bisnis Indonesia, Selasa (4/7). Menurutnya, skema penyertaan modal negara menjadi salah satu opsi yang akan ditempuh Kementerian BUMN untuk mendukung rencana impor rangkaian KRL baru pada tahun depan. Meski begitu, Kartika masih enggan memerinci detail penyertaan modal negara yang akan disampaikan melalui KAI tersebut. VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan bahwa pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan pemangku kepentingan lainnya terkait dengan upaya impor tersebut. “Hingga saat ini semua masih dalam proses, khususnya terkait pendanaan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (4/7).
Anne menjelaskan bahwa KAI Commuter juga sedang melakukan penilaian atau assessment terhadap 19 rangkaian kereta yang akan di-retrofit mulai tahun ini. Suntikan dana dari penyertaan modal negara memang menjadi opsi yang dipertimbangkan selain menggunakan pendanaan dari KAI sebagai induk usahanya. Kepastian pendanaan tersebut dinilai sangat penting, karena penambahan rangkaian KRL ditujukan untuk peningkatan pelayanan pengguna. Sementara itu, Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian dan Angkutan Antarkota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana menilai rencana pengusulan penyertaan modal negara kepada KAI Commuter untuk mengimpor tiga rangkaian KRL baru memang sudah selayaknya dilakukan. Dia menjelaskan bahwa impor rangkaian KRL baru tersebut berada di luar rencana KAI Commuter, karena sebelumnya perusahaan hanya mengalokasikan anggaran untuk mengimpor KRL bekas. Dia juga membeberkan bahwa pemerintah sebenarnya memiliki beberapa opsi untuk membantu upaya pendanaan impor tiga rangkaian KRL baru tersebut. Pertama, pembelian ketiga rangkaian KRL tersebut sepenuhnya menggunakan penyertaan modal negara yang harus diusulkan terlebih dahulu ke DPR. Kedua, impor rangkaian KRL baru dilakukan dengan pendanaan yang berasal dari kombinasi antara anggaran yang dimiliki oleh KAI Commuter dan penyertaan modal negara.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023