;

Berkah Elektrifikasi untuk Petani Lahan Pasir

21 Jun 2023 Kompas
Berkah Elektrifikasi untuk Petani Lahan Pasir

Senyum merekah terpancar dari para petani lahan pasir setelah hadirnya elektrifikasi pertanian di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Biaya atau modal tanam mampu dipangkas secara signifikan lewat inovasi elektrifikasi. Kegigihan petani mencari jalan keluar mengantarkan mereka pada efektivitas produksi hasil pertanian. ”Kalau dulu itu sulit sekali. Kami harus pakai gembor (alat penyiram menyerupai ember) dan butuh waktu berjam-jam. Paling tidak kami butuh waktu 3-4 jam untuk menyirami lahan 1.000 hektar,” kata Rujito, salah satu petani di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, hari Senin (19/6) seusai menyirami lahan pertaniannya. menggunakan selang, bukan lagi gembor.

Sumber air berasal dari sumur yang diangkat menggunakan mesin pompa listrik. Kini, waktu yang dibutuhkannya menyirami seluruh lahan cukup satu jam saja. Pemanfaatan tenaga listrik membuat biaya penyiraman lebih murah, Rujito mengtakan, bila dihitung, biaya penyiraman yang perlu dikeluarkannya cukup Rp 2.000 per hari. Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan PLN Yogyakarta Adi Dwi Laksono mengatakan, program elektrifikasi pertanian merupakan bagian semangat transformasi PLN. Program tersebut untuk memberikan pelayanan kelistrikan yang mudah, terjangkau, dan andal bagi para pelaku usaha di bidang agrikultur. ”Program ini  bertujuan membantu para petani mengembangkan usahanya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan. Keberhasilan petani dalam mengelola sawah mereka dengan memakai listrik PLN adalah harapan dan tujuan kami,” ujarnya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :