PERUBAHAN BATAS AUTO REJECTION : LQ45 LAYAK KONSUMSI
Saham di kelompok LQ45 berpeluang terkerek sebagai respons atas kebijakan BEI yang melakukan normalisasi batas auto rejection. Perubahan batasan tersebut memberi peluang pergerakan harga menjadi lebih lebar. Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penyesuaian persentase auto rejection bawah (ARB) sebesar 15% mulai perdagangan Senin (5/6). Kebijakan itu menjadi bagian dari ketentuan tentang persentase auto rejection simetris tahap pertama. Dalam kerangka kebijakan BEI, selanjutnya persentase auto rejection tahap kedua akan dilakukan pada 4 September 2023. Pada tahap pertama, batasan auto rejection atas (ARA) ditetapkan berbeda untuk tiap fraksi harga dengan rentang antara 20%—35%. Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto mengatakan bahwa kebijakan normalisasi batas auto rejection akan meningkatkan gairah pasar karena rentang pergerakan yang lebih lebar. Dengan demikian, para investor cenderung lebih mudah untuk bertransaksi sehingga likuiditas pasar meningkat. Dengan normalisasi batas auto rejection, Investindo Nusantara Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.300—7.300 pada tahun ini. Posisi IHSG yang saat ini masih relatif rendah, menurut Pandhu dapat dimanfaatkan investor untuk mulai mengoleksi saham-saham sebagai investasi jangka panjang. Sepanjang tahun ini, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih rendah dari Indeks LQ45 Menurut Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina, penyebab IHSG underperform dibandingkan dengan LQ45 adalah akibat saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang tidak masuk ke dalam LQ45 sehingga memberatkan IHSG.
Tags :
#BursaPostingan Terkait
Sinyal Kuat Kebangkitan IHSG
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023