;

DAMPAK BISNIS WNA, Rezeki Warga Lokal Bali Turut Memudar

DAMPAK BISNIS WNA, Rezeki Warga Lokal
Bali Turut Memudar

Rezeki pelaku UMKM di Pulau Bali baru mulai bangkit akhir 2022 saat virus menjinak, namun warga lokal Bali terancam terempas lagi akibat orang asing ikut berbisnis dan merebut pasar. I Made Wira Atmaja (35) mengakses aplikasi percakapan Telegram, lalu membuka satu grup yang unsur namanya menggunakan aksara Rusia. Di antara pesan yang mayoritas juga berbahasa Rusia, perhatiannya tertuju pada satu pesan dari admin grup. ”Ngancurin harga itu,” ucap pemilik bisnis penyewaan sepeda motor itu menunjuk tulisan ”Price 2,1 mln month” saat dijumpai di rumahnya di Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, awal April silam. Rental motor tersebut menawarkan Honda PCX 160 keluaran 2022 dengan tarif sewa Rp 2,1 juta per bulan, jauh lebih rendah daripada standar rental milik lokal. Wira menyewakan PCX tahun 2022 seharga Rp 3 juta per bulan dan PCX 2020 atau 2021 seharga Rp 2,8 juta per bulan. Berdasarkan standar tariff Perhimpunan Rental Motor Bali (PRM Bali), PCX 160 tanpa menyebut tahun keluaran dipatok Rp 3 juta per bulan. Wira, salah satu pendiri PRM Bali, curiga bisnis penyewaan ”perusak harga” itu dioperasikan WN Rusia. Dengan demikian, si pemilik rental tersebut punya keunggulan, yaitu lebih mudah berkomunikasi dan menggaet pengunjung senegara.

Turis Ukraina pun bisa terpikat karena paham bahasa Rusia. Orang Rusia dan Ukraina memang target pasar para pebisnis sewa motor karena banyak yang tinggal dalam jangka panjang di Bali, bahkan sejak wabah Covid-19. ”Terus terang, waktu pandemi, kalau enggak ada (turis) Rusia dan Ukraina, Bali itu sudah kelaparan,” ujar Wira. Pada 2020, saat awal pandemi Covid-19 melanda, hingga pertengahan 2022, bisnis UMKM terpuruk. Wira mesti menjual 70 motor dan merumahkan sejumlah karyawan. Pemerintah melonggarkan izin masuk Bali bagi WNA mulai 2022 dan dampak positif bagi para pelaku usaha mulai dinikmati pada pertengahan tahun. Pada akhir 2022, ia menerima 300 pesanan sehingga bekerja sama dengan pengusaha rental motor lain guna memenuhi permintaan. Bersamaan dengan itu, bisnis rental motor oleh WNA terpantau masif. Dampaknya, pada April 2023, hanya 130 motor Wira yang disewa, sedangkan selebihnya dikandangkan. Pemasukannya kini rata-rata Rp 2 juta per hari, sedangkan akhir 2022 bisa Rp 5 juta per hari. April memang masuk periode low season kunjungan turis asing. Namun, Wira yakin seharusnya motor yang keluar garasi jauh lebih banyak lagi. Indikatornya, jalan-jalan di daerah Canggu kerap macet dan banyak motor yang dikendarai orang asing.

Tim Kompas menelusuri bisnis rental motor yang 100 % modalnya milik dua WN Rusia. Admin grup Telegram untuk layanan penyewaan tersebut hanya mau berkomunikasi dengan sesama orang yang fasih berbahasa Rusia. Setelah harga disepakati dan konsumen mengirimkan data paspor, motor diantarkan ke lokasi konsumen oleh seorang warga Rusia. Wira dan kawan-kawan sesama pengusaha rental motor lokal mengaku tidak membenci warga negara tertentu karena kehadiran warga asing adalah penggerak perekonomian. Para pengusaha UMKM hanya meminta pemerintah tegas menegakkan aturan bagi WNA pelanggar izin. Keberadaan WNA yang diduga menjalankan aktivitas ekonomi ilegal di Bali turut merugikan para fotografer selancar yang tergabung dalam komunitas Indo Water Shots. Sejak dibentuk tahun 2020, anggota komunitas ini kerap bersinggungan dengan fotografer asing. Harry Adrianto (34), perwakilan Indo Water Shots, berkali-kali menegur para fotografer asing tersebut agar tidak ikut memotret para peselancar untuk kepentingan komersial. Aktivitas juru foto asing itu amat merugikan lantaran mengambil pangsa pasar Harry dan kawan-kawan. ”Mereka datang hanya sebagai turis, tetapi cari duit di sini. Kecuali dia legal, berarti dia bayar pajak. Sementara dia dapat duit dari surfing lumayan besar,” katanya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :