;

PASAR MINYAK SAWIT : Ekspor CPO Turun saat Produksi Naik

Lingkungan Hidup Hairul Rizal 13 May 2023 Bisnis Indonesia
PASAR MINYAK SAWIT : Ekspor CPO Turun saat Produksi Naik

Ekspor minyak sawit Indonesia turun pada Maret di tengah peningkatan produksi. Alhasil, stok akhir di dalam negeri naik. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat ekspor turun dari 2,91 juta pada Februari menjadi 2,64 juta ton pada Maret. “Penurunan terbesar terjadi pada produk olahan minyak sawit dari 2,25 juta ton pada Februari menjadi 1,88 juta ton pada Maret,” kata Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono, Jumat (12/3). Penurunan ekspor terjadi ke China, Mesir dan Timur Tengah, Bangladesh, India, Belanda, dan Malaysia. Sebaliknya, ekspor ke Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Rusia, dan Pakistan naik. Mukti menuturkan penurunan volume ekspor menyebabkan nilai ekspor turun dari US$2,69 miliar pada Februari menjadi US$2,26 miliar pada Maret, meskipun harga CPO CIF Rotterdam untuk Maret US$1.030 per ton atau lebih tinggi dari harga Februari US$997 per ton. Gapki memperkirakan harga minyak sawit akan turun, terseret oleh penurunan harga minyak nabati lainnya. Sebagai contoh, harga minyak kedelai Ditch FOB ex mill turun 9,4%, minyak biji bunga matahari FOB NW Europe tergerus 9,9%, dan minyak rapeseed Dutch FOB ex mill merosot 12,1%. “Memperhatikan harga minyak nabati utama lain yang turun, maka sangat mungkin harga minyak sawit akan segera ikut tertarik turun,” ujar Mukti. Pada perkembangan lain, BUMD DKI Jakarta PT Food Station Tjipinang Jaya (Food Station) akan memproduksi Minyakita sebanyak 3,3 juta liter untuk memenuhi 15% kebutuhan warga Jakarta.

Download Aplikasi Labirin :