Tahun Ini Jadi Tahun Tantangan bagi Industri Perkantoran
Tahun 2023 diprediksi masih menjadi tahun yang cukup menantang untuk industri perkantoran. Hal ini disebabkan oleh pasokan ruang perkantoran yang masih cukup tinggi. Di DKI Jakarta, misalnya, pasokan baru ruang perkantoran diprediksi mencapai 460.000 meter persegi. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) Paulus Totok Lusida berpendapat, pandemiCovid-19 dan perkembangan teknologi yang memungkinkan kerja jarak jauh telah mengurangi jumlah kebutuhan ruang kantor. Hal itu berlanjut ketika pandemi sudah mereda karena sebagian perkantoran tidak mewajibkan pekerja hadir secara fisik di kantor. Akibatnya, keterisian ruang perkantoran berkurang.
Sementara itu, pemulihan dunia usaha seiring melandainya kasus Covid-19 membutuhkan waktu, selain krisis ekonomi di luar negeri yang turut berdampak ke dunia usaha di dalam negeri. Dampaknya dirasakan pada berkurangnya ekspansi ruang perkantoran. Kekosongan ruang perkantoran akan menimbulkan pengeluaran tambahan (overhead cost) dan biaya dana (cost of money) yang perlu dipertimbangkan pengembang. Di tengah kekosongan ruang perkantoran, pengembang perkantoran dinilai perlu menahan ekspansi gedung. ”Ruang perkantoran masih banyak yang kosong, perlu diisi dulu baru bangun (gedung) lagi,” kata Totok saat dihubungi, Jumat (21/4). (Yoga)
Tags :
#PropertiPostingan Terkait
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023