Daya Ungkit Investasi Belum Maksimal
Belum ampuhnya investasi dalam mengungkit pertumbuhan ekonomi ditandai dengan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang masih berada di angka 6,3 pada tahun 2018. Angka ini lebih tinggi dari pesaing Indonesia di level global yaitu India dan Vietnam. Faisal Basri mengungkapkan tingginya ICOR disebabkan oleh banyak investasi yang tidak berkualitas dimana industri hasil investasi hanya memanfaatkan sedikit dari kapasitas produksinya ketika beroperasi. Pemerintah hanya cenderung mengundang PMA untuk masuk dan berinvestasi ke Indonesia tanpa mempertimbangkan daya ungkitnya ke perekonomian nasional.
Masalah lain yang perlu dibenahi adalah mengenai sektor yang diprioritaskan oleh pemerintah. Saat ini pemerintah menginginkan agar penanaman modal masuk ke sektor industri manufaktur yang padat karya agar mampu menstimulus pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan kerja baru. Namun data BKPM menunjukkan investor semakin tertarik berinvestasi di sektor jasa. Di tahun 2017-2019 minat investor bergeser ke sektor jasa dimana pada 2017 realisasi investasinya mencapai Rp293,4 triliun atau 42,3%.
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023