BERBURU CUAN OBLIGASI
Pasar surat utang di Indonesia sedang dapat momentum. Infl asi Amerika Serikat (AS) yang melandai pada Maret 2023, menyalakan lampu hijau bagi penguatan pasar obligasi di Tanah Air. Inflasi Negeri Paman Sam pada Maret 2023 tercatat sebesar 5%. Inflasi periode itu pun mampu melawan ekspektasi pasar yang meramalkan inflasi 5,2% secara tahunan.Situasi di AS yang lebih kondusif pun memberikan suntikan tenaga kepada pergerakan nilai tukar rupiah yang mampu menyentuh Rp14.700 per dolar AS atau level terendah tahun ini. Sejalan dengan penguatan rupiah, pasar surat utang pun ikut moncer karena transaksi semakin ramai yang turut mengerek harga. Hal itu bisa dimanfaatkan investor untuk meraup cuan.
Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan pasar mulai mengantisipasi langkah Federal Reserve menurunkan suku bunga acuan. Kala suku bunga acuan melandai, surat utang yang berasal dari negara berkembang makin menarik di mata pemodal.
Dukungan kinerja nilai tukar yang solid, katanya, akan mendongkrak daya tarik surat utang RI, khususnya, pada instrumen dengan tenor dua tahun dan 10 tahun. Namun, saat pasar menunjukkan lebih banyak data dan ekstra keyakinan, investor bakal memperlebar horizon investasinya ke surat utang bertenor lima tahun dan 10 tahun.
Dia menyarankan agar investor menempatkan 80% dana pada obligasi pemerintah, dan 20% pada obligasi korporasi. Menurutnya, investor perlu mengoleksi instrumen yang likuid karena jumlah penerbitan obligasi pemerintah lebih besar meskipun dari sisi imbal hasil, obligasi korporasi lebih menarik. Mengacu pada data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) hingga 12 April 2023, nilai Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp5.527,33 triliun dengan 14,86% di antaranya dikuasai oleh investor asing. Sementara itu, obligasi korporasi beredar mencapai Rp452,59 triliun atau kurang dari 10% total SBN beredar.
Tags :
#ObligasiPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Pasar Dalam Tekanan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023