;

Kucuran Kredit Hijau Mengalir Semakin Deras

Ekonomi Hairul Rizal 21 Mar 2023 Kontan
Kucuran Kredit Hijau Mengalir Semakin Deras

Industri perbankan semakin aktif menyalurkan kredit berbasis hijau sebagai bagian pembiayaan berkelanjutan. Meskipun porsinya belum mendominasi terhadap total pembiayaan dengan praktik environmental, social and governance (ESG), kredit hijau terus bertumbuh. Sepanjang tahun 2022, empat bank besar di Tanah Air telah memiliki portofolio kredit hijau sebesar Rp 325,3 triliun. Nilai itu tumbuh sekitar 10,3% secara tahunan atau year on year (yoy). Bank Mandiri tercatat sebagai bank dengan portofolio kredit hijau terbesar per akhir 2022, yakni mencapai Rp 106 triliun atau tumbuh 11,4% yoy. Bank ini berkomitmen mendukung program transisi menuju energi terbarukan dan ekonomi rendah karbon melalui penyediaan kredit. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rudi As Aturridha, menerangkan, kredit hijau berasal dari sektor pengelolaan sumber daya alam (SDA) hayati berkelanjutan sebesar Rp 92,9 triliun, energi baru terbarukan Rp 6,1 triliun, produk eco-efficient Rp 3,3 triliun, tranfortasi ramah lingkungan senilai Rp 3,1 triliun. Di segmen ritel, bank ini mendorong kredit hijau melalui produk kredit serbaguna mikro, kartu kredit khusus pembelian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dan kredit kendaraan berbasis listrik. Sementara Bank Central Asia (BCA) telah memiliki portofolio kredit hijau Rp 80,8 triliun dan menyumbang 44% ke kredit berkelanjutan perseroan. Total kredit ESG sudah 25,4% dari total kreditnya. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, BCA memberikan pembiayaan berkelanjutan pada 12 kategori usaha, seperti sektor energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan SDA hayati dan lahan berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan air limbah berkelanjutan, produk eco-efficient, bangunan hijau, serta UMKM.

Download Aplikasi Labirin :