Kalah Bersaing Medis Domestik
JAKARTA – Felix Lamury terpaksa menerbangkan anaknya berobat ke luar negeri atau persisnya ke India pada 2018 untuk mendapatkan pengobatan jantung terbaik. Enzo, anak Felix yang pada tahun ini berusia 17 tahun, mengidap tetralogy of fallot sejak kecil. Kelainan bawaan yang berpotensi dialami 10 anak dari setiap 1.000 kelahiran itu membuat jantung Enzo berdegup lebih kencang dari kondisi normal. Felix menyebutkan anaknya pernah dipasangi contegra—alat penunjang struktur jantung—oleh tim medis di sebuah rumah sakit pemerintah di Jakarta Pusat pada 2010. Namun gejala buruk jantung Enzo tidak berakhir. “Bertahun-tahun setelah pengobatan, masalahnya tetap belum beres,” tutur warga Tangerang Selatan, Banten, ini kepada Tempo, Ahad, 12 Maret 2023. Atas beberapa saran kolega, termasuk sebuah komunitas pemerhati kesehatan jantung anak, Felix dan keluarganya terbang ke Institut Jantung Negara di Kuala Lumpur, Malaysia, pada akhir 2017. Meski hanya untuk pengobatan transit, dia menilai level pelayanan unit jantung di rumah sakit tersebut mengungguli Indonesia, terutama dalam hal kebersihan. Dokter di Malaysia menyarankan Felix menemui dokter spesialis jantung anak di Amrita Institute of Medical Sciences (Amrita Hospital), yang merupakan rumah sakit khusus jantung di Kochi, kota di daerah barat daya India. (Yetede)
Tags :
#KesehatanPostingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023