Agar Larangan Plastik Lebih Bergigi
Pemerintah dari seluruh dunia berbondong-bondong memperkenalkan larangan produk plastik sekali pakai untuk melawan pencemaran. Pemerintah Zimbabwe, misalnya, melarang kemasan dan botol plastik berlaku pada 2010. Sedangkan pemerintah Antigua dan Barbuda, negara kepulauan di laut Karibia bagian timur, melarang produk sekali pakai untuk katering dan makananan bawa pulang (takeaway) pada 2016. Vanuatu juga menerbitkan juga menerbitkan larangan serupa untuk kemasan plastik sekali pakai pada 2018. Eropa melarang kapas colok, gagang balon, dan produk sekali pakai untuk katering serta kemasan makanan bawa pulang. Larangan itu turut mencakup produk turunan polistirena (polimer atau bahan plastik yang terbuat dari minyak bumi) pada 2021. Pemerintah Inggris juga mengikuti langkah Eropa dengan melarang pasokan piring dan alat makan plastik sekali pakai, gagang balon. gelas, serta kemasan polistirena ke seluruh restoran, kafe dan gerai makanan bawa pulang. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023