Penyelewengan Beras SPHP Ganggu Stabilisasi Harga
SERANG, ID – Penyelewengan beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menyebabkan proses stabilisasi harga komoditas tersebut di pasaran terganggu. Usai Bulog menggelar SPHP, harga beras seharusnya langsung turun. Tapi faktanya, hingga kini harga beras masih mahal. Karena itu, Bulog meminta pelaku penyelewengan beras SPHP dikenai hukuman setimpal. Pada jumat (10/02/2023), Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Banten bersama Bulog mengumumkan keberhasilan menguak penyelewengan 350 ton beras Bulog yang seharusnya didistribusikan untuk operasi pasar (SPHP). Dalam perkara itu, Satgas Pangan Polda Banten menangkap tujuh tersangka dalam kurun waktu dua hari sejak Rabu (08/02/2023) hingga Kamis (09/02/2023), ketujuh tersangka diamankan di tempat berbeda. Pengungkapan kasus tindak pidana perlindungan konsumen dan persaingan dagang dengan cara mengemas ulang (repacking)beras Bulog menjadi kemasan merek lain itu merupakan atensi Polda Banten untuk kemudian menurunkan Satgas Pangan setelah inspeksi yang dilakukan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso beberapa waktu lalu ke gudang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta Timur. (Yetede)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023