Efisiensi Dorong Laba Bersih BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba bersih 2022 secara konsolidasi Rp 51,4 triliun, tumbuh 67,15 % secara tahunan. Faktor utama penumbuh laba adalah peningkatan efisiensi. ”Faktor utama pertumbuhan laba bersih BRI bukan berasal dari bunga. Tapi, efisiensi operasional,” ujar Dirut BRI Sunarso dalam jumpa pers paparan kinerja 2022 secara daring di Jakarta, Rabu (8/2). Ia menjelaskan, efisiensi itu tecermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), rasio efisiensi biaya (cost efficiency ratio/CER), rasio beban terhadap pendapatan (cost to income ratio/CIR), dan biaya kredit.
Sepanjang 2022, BOPO BRI berada pada level 69,10 %, lebih rendah dibandingkan 2021 yang sebesar 78,54 %. CER juga menurun menjadi 48,16 % dari 50,25 %. CIR turun dari 48,56 % menjadi 47,38 %. Adapun biaya kredit menurun dari 3,78 % menjadi 2,55 %. Sementara itu, per akhir 2022, kredit BRI mencapai Rp 1.139,08 triliun atau tumbuh 13,9 % secara tahunan, ditopang kredit UMKM sebesar 4,74 % dari total kredit BRI. BRI terus menjaga kualitas kreditnya. Hal ini tecermin dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL)BRI yang berada pada level 2,67 %, di bawah ambang batas 5 %. BRI pun menyiapkan pencadangan yang cukup dengan NPL coverage sebesar 305,73 %, meningkat disbanding NPL coverage tahun lalu sebesar 281,16 %. (Yoga)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Melonjaknya Rekening Macet Pinjaman Daring
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023