Genjot Ekspor ke Negara Nontradisional
Indonesia perlu menggenjot produk dan pasar ekspor non-tradisional. Hal ini diharapkan bisa menopang kinerja ekspor di tengah ancaman penurunan akibat perlambatan ekonomi global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia ke sejumlah negara non-tradisional mengalami peningkatan signifikan.
Pertama, ekspor Indonesia ke Bhutan pada tahun 2022 naik US$ 67,39 juta dibanding tahun sebelumnya. Komoditas yang diekspor ke negara tersebut antara lain mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), dan kendaraan serta bagiannya (HS 87).
Kedua, ekspor Indonesia ke Botswana pada tahun 2022 naik US$ 3,72 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Komoditas yang dikirim adalah kendaraan dan bagiannya (HS 87), juga mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 87).
Ketiga, ekspor Indonesia ke Chad yang pada tahun lalu naik US$ 1,4 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Komoditas utama yang dikirim adalah produk farmasi (HS 30) serta kelompok kendaraan dan bagiannya (HS 87).
Kepala BPS Margo Yuwono berharap, perluasan ekspor ini terus berlanjut sehingga bisa meningkatkan produksi dalam negeri dan juga memperkuat nilai ekspor. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih kuat lantaran ekspor juga memegang peranan terhadap produk domestik bruto (PDB).
Postingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023