;

Pemulihan Timpang, Solusi Jitu Diperlukan

Ekonomi Yoga 18 Jan 2023 Kompas
Pemulihan Timpang,
Solusi Jitu Diperlukan

Bertambahnya jumlah penduduk miskin pada September 2022 dinilai menunjukkan pemulihan ekonomi yang masih timpang. Meski ada upaya meredam dampak inflasi melalui bantuan sosial, solusi jangka panjang dibutuhkan lewat penciptaan lapangan kerja yang layak dan perbaikan upah, khususnya di sektor-sektor rural yang masih banyak terdapat kantong kemiskinan. BPS mencatat, garis kemiskinan September 2022 meningkat seiring kenaikan harga BBM dan inflasi yang mendorong biaya hidup menjadi lebih mahal. Garis kemiskinan naik 5,95 % dari Rp 505.469 per kapita per bulan pada Maret 2022 menjadi Rp 535.547 per kapita per bulan pada September 2022, tertinggi dalam sembilan tahun terakhir. Garis kemiskinan di perdesaan naik lebih tinggi, yaitu 5,98 %, sementara di perkotaan meningkat 5,92 %. Seiring dengan hal itu, jumlah orang miskin di desa bertambah lebih banyak ketimbang di kota.

Tingkat kemiskinan di perkotaan naik 0,03 % poin, di perdesaan naik 0,07 % poin. Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Selasa (17/1) naiknya angka kemiskinan pada September 2022 serta semakin timpangnya tingkat kemiskinan di perkotaan dan perdesaan menunjukkan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 belum terjadi secara merata. Kendati pemerintah mencoba mengompensasi kenaikan harga BBM melalui penyaluran bantuan langsung tunai (BLT), bantuan itu belum sampai ke masyarakat yang paling membutuhkan, terutama di area perdesaan yang umumnya lebih susah dijangkau. Menurut Faisal, solusi jangka panjang dibutuhkan untuk menurunkan angka kemiskinan lewat perbaikan lapangan kerja dan peningkatan  pendapatan masyarakat, khususnya di sektor rural, seperti sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan, yang paling banyak menyerap masyarakat miskin di desa. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :