Industri Manufaktur Makin Ekspansif
Kinerja industri manufaktur diperkirakan bakal menggeliat kuat pada triwulan pertama tahun ini. Selain musim panen pertanian dan perkebunan, pertumbuhan industri manufaktur juga ditopang adanya bulan Ramadhan yang akan meningkatkan permintaan masyarakat. Berdasarkan Prompt Manufacturing Index (PMI) yang dirilis BI, kinerja industri manufaktur atau pengolahan pada triwulan I-2023 berada di level 53,3 %, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, di 50,06 %. Indeks di atas 50 % menunjukkan sinyal ekspansi dunia usaha, sedangkan angka dibawah 50 % menunjukkan kontraksi. Dalam keterangannya akhir pekan lalu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, seluruh subsektor industri pengolahan diperkirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi terjadi pada subsektor tekstil, barang kulit, dan alas kaki.
Perkiraan ekspansi dunia usaha juga tertuang dalam Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis BI. Peningkatan kegiatan usaha diperkirakan terjadi pada sektor primer dan sekunder, antara lain sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan sejalan dengan masuknya musim panen yang dimulai pada Maret 2023. ”Sementara itu, peningkatan sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industry pengolahan sejalan dengan mulai meningkatnya permintaan yang didukung kapasitas penyimpanan dan ketersediaan sarana produksi,” ujar Erwin. Wakil Ketua Kadin Indonesia Shinta Kamdani juga memperkirakan kinerja dunia usaha pada triwulan pertama tahun ini lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
PHK Massal Bisa Jadi Efek Domino Perang
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023