;

MEMAGARI PERDAGANGAN KRIPTO

Ekonomi Hairul Rizal 05 Jan 2023 Bisnis Indonesia (H)
MEMAGARI PERDAGANGAN KRIPTO

Kinerja aset kripto memang sedang loyo. Bahkan, tahun ini pun kinerja aset digital itu diramal tak lebih baik ketimbang tahun lalu karena dampak suku bunga bank-bank sentral yang tinggi dan kekhawatiran tentang masa depan kripto menyusul keruntuhan Terra-Luna dan kebangkrutan platform perdagangan FTX. Faktanya, musim dingin kripto (crypto winter) di global itu menular ke Indonesia. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), transaksi kripto di Tanah Air sepanjang Januari-November 2022 hanya mencapai Rp296,66 triliun, jauh dari realisasi 2021 yang mencapai Rp859,4 triliun. Kendati demikian, hal itu tidak menghalangi rencana pemerintah terus menata perdagangan kripto di Tanah Air. Sejumlah strategi disiapkan, antara lain memperkuat pengawasan serta memacu pembentukan bursa kripto yang tahun lalu urung terealisasi. Apalagi, jumlah investor kripto di Tanah Air terus bertambah di tengah perdagangan yang lunglai. Hingga November 2022, jumlah investor kripto mencapai 16,55 juta, meningkat dari 11,2 juta pada akhir 2021. Plt. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko mengatakan bursa kripto akan dibentuk tahun ini alias sebelum pengalihan pengawasan aset kripto ke Otoritas Jasa Keuangan dari Bappebti selesai dalam 2 tahun ke depan, sebagaimana diamanatkan UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK). Perihal rencana tersebut, Founder dan CEO Tokocrypto Pang Xue Kai mengatakan bursa kripto yang ideal dapat tercipta jika terbuka dan transparan, yang berarti aset pelanggan dapat dipisahkan dan semua transaksi absah. Menurutnya, bursa kripto juga selayaknya memiliki prosedur kepatuhan, anti-money laundering, dan anti-terrorism financing. Dia menambahkan, bursa kripto bisa bekerja sama dengan regulator seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Download Aplikasi Labirin :