Saham Tetap Pilihan Investasi Primadona
JAKARTA, ID – Setelah sebulan terakhir dana investasi lebih banyak mengalir ke surat berharga negara (SBN) senilai Rp 25,4 triliun, pada paruh pertama 2023, peta investasi diperkirakan bergeser kembali ke investasi saham. Total investasi yang dikelola perusahaan asuransi komersial, BPJS Ketenagakerjaan, dana pensiun, dan reksa dana yang pada September lalu Rp 2.243 triliun, tahun ini akan menembus Rp 2.500 triliun. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 yang diprediksi di atas 5,3% memberikan optimisme pada manajer investasi yang mengincar saham. Kinerja saham tahun 2023 diyakini akan jauh lebih baik dibanding tahun 2022. Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang pada tahun 2022 hanya naik 4,09%, tahun ini akan meningkat di atas 8%. Selain masuknya sejumlah calon emiten jumbo, saham sektor perbankan, energi, dan infrastruktur akan menguat. Sejarah pasar modal menunjukkan, kinerja saham justru bagus setahun menjelang pemilu. “Pertumbuhan ekonomi tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2022. Dengan perkiraan ini, pasar saham seharusnya membaik. (Yetede)
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Duo Investor Raksasa Dibalik RS Hermina
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023