Problem Harga Belum Terjawab
Dalam rangka memenuhi keputusan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR, Kementan mengajukan data beras di sejumlah penggilingan yang dapat diserap untuk memperkuat stok beras Perum Bulog. Namun, data itu dinilai belum menjawab aspek harga dan kualitas yang jadi persoalan dalam penyerapan. RDP Komisi IV DPR pada Rabu (23/11) menyimpulkan, Kementan sanggup menyiapkan 600.000 ton beras di penggilingan untuk diserap oleh Bulog hingga Desember 2022. Tenggat waktu untuk menyiapkan data tersebut ialah enam hari kerja. Ketua Komisi IV DPR Sudin memimpin rapat itu dan dihadiri oleh Dirut Perum Bulog Budi Waseso, Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi, dan Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi. Suwandi menunjukkan ada 351.370 ton beras yang tersebar di delapan provinsi yang dapat diserap Bulog. Ketika akan dibeli oleh Bulog, ada persoalan terkait kualitas dan harga.
Melalui siaran pers, Rabu (30/11), Suwandi menyatakan, pihaknya telah bersurat kepada Budi Waseso dengan tembusan ke Mentan serta pimpinan dan anggota Komisi IV DPR, yang menyebutkan, ada 610.632 ton beras siap dipasok penggilingan yang tersebar di 24 provinsi. ”Berdasarkan fakta di lapangan, beras ada. Namun, harganya bervariasi bergantung lokasi,” kata Koordinator Data Evaluasi dan Pelaporan Ditjen Tanaman Pangan Kementan Batara Siagian. Batara berpendapat, kebutuhan cadangan beras yang dikelola Bulog lebih kecil dibandingkan produksi nasional. Oleh sebab itu, dia optimistis, stok Bulog dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Bulog diharapkan segera menyerap beras itu dan tidak perlu merealisasikan impor. Apalagi, petani tengah berproduksi dan stok diperkirakan melimpah pada Februari-Maret 2023. Penyerapan perlu dimaksimalkan pada masa panen raya tersebut. Sebelumnya, Bulog dan NFA menyepakati, harga beras yang dapat diserap Bulog maksimal Rp 10.200 per kg. Harga beras tidak bisa terlalu tinggi karena dapat mengerek laju inflasi. Dari sisi kualitas, ada ketentuan yang diregulasi Permendag No 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah atau Beras, dimana beras yang dibeli Bulog dari dalam negeri memiliki kadar air maksimal 14 %, butir patah maksimal 20 %, kadar menir maksimal 2 %, dan derajat sosoh minimal 95 %. (Yoga)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023