Tahun Ekspansi Berhati-hati
JAKARTA, ID – Menghadapi ketidakpastian ekonomi global 2023, Bank Indonesia (BI) tetap mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih ekspansif, seperti tercermin pada proyeksi pertumbuhan kredit sebesar 10-12%. Namun, Bank Sentral akan tetap menjaga stabilitas moneter dan mengggunakan semua instrumen moneter secara hati-hati untuk mengendalikan inflasi inti dan menjaga nilai tukar rupiah. Tahun 2023 diakui sebagai tahun yang sulit karena penuh ketidakpastian. Saat masalah rantai pasok akibat pandemi belum kembali pulih, meletus perang Rusia-Ukraina yang melibatkan AS dan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Masalah geopolitik kian melambungkan harga energi dan pangan dunia. Resesi ekonomi disertai hiperinflasi dan lonjakan suku bunga yang melanda sejumlah negara akan meluas tahun depan. Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi dan Gubernur BI Perry Warjiyo pada acara Pertemuan Tahunan BI bertajuk ‘Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju’, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (30/11). (Yetede)
Postingan Terkait
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023