Cadangan Devisa Susut, Rupiah Masih Kisut
Cadangan devisa kian tergerus di tengah pergerakan nilai tukar rupiah yang masih melemah. Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa pada akhir Oktober 2022 sebesar US$ 130,2 miliar, turun US$ 600 juta dibanding posisi akhir September yang sebesar US$ 130,8 miliar.
Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan mengatakan, turunnya cadangan devisa tersebut, dipengaruhi oleh kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, cadangan devisa juga digunakan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Nilai tukar rupiah pun terpantau terus melemah. Per 4 November, rupiah ada di level Rp 15.736 per dollar AS. Rupiah menguat tipis pada tanggal 7 November kemarin, namun masih di atas kisaran Rp 15.700 per dollar AS.
Meski demikian, cadangan devisa masih kuat karena setara pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Tags :
#DevisaPostingan Terkait
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023