Tol Laut Dioptimalkan guna Stabilkan Harga
Keberadaan tol laut mulai dimanfaatkan untuk mengangkut bahan pangan dari daerah sentra produksi ke wilayah defisit. Pengangkutan ini diharapkan dapat memeratakan stok sekaligus mengendalikan harga pangan. Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) Arief Prasetyo Adi menyatakan, distribusi pangan melalui tol laut bisa berdampak pada terkendalinya inflasi bahan makanan, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). ”Distribusi ini akan mengisi stok yang kurang di daerah-daerah tersebut sehingga akan menjaga stabilitas harga dan inflasi. Selain itu, subsidi transportasi juga dapat mengurangi harga pokoknya,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (21/10). Beras menjadi komoditas pertama yang didistribusikan ke wilayah 3T memanfaatkan tol laut. Ke depan, kata Arief, pengangkutan bahan pangan lain juga berpotensi memanfaatkan tol laut, seperti ayam dan daging beku. Pada Selasa (18/10), BPN bersama Perum Bulog melepas pengiriman 10 kontainer beras dari Pelabuhan Patimban di Subang, Jabar berisi 200 ton beras cadangan pemerintah itu dikirim ke Aceh dan Sumut.
Menurut Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal, beras itu dikirim untuk operasi pasar. Kedua daerah tujuan tersebut tengah mengalami defisit, sedangkan Jabar tergolong surplus beras. Laman Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag menyebut, harga beras medium di Sumut sepekan ini Rp 11.333 per kg. Adapun harga beras medium di Aceh Rp 10.356 per kg. Keduanya berada di atas harga acuan untuk kedua wilayah sebagaimana diatur dalam Permendag No 57 Tahun 2017 tentang Penetapan HET Beras, yakni Rp 9.950 per kg. Menurut Awaludin, pengangkutan beras dari Jabar ke Sumut dan Aceh lebih efisien melalui tol laut. ”Sebelumnya, beras diangkut melalui jalur darat terlebih dulu ke Tanjung Priok, lalu diangkut dengan kapal,” katanya. Dengan perubahan moda transportasi tersebut, biaya angkut 20% lebih hemat dalam waktu sekitar enam hari. (Yoga)
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023