Dana Pensiun untuk Kesejahteraan
Kendati punya peran penting mempertahankan kesejahteraan di masa depan ketika kita sudah tak lagi produktif, nyatanya dana pensiun belum jadi bagian keseharian masyarakat Indonesia. Adapun tingkat literasi keuangan industri dana pensiun pada 2019 sebesar 14,13 %. Artinya, masyarakat yang betul-betul memahami, mengambil keputusan untuk mencapai kesejahteraan dengan dana pensiun baru 14,13 % penduduk. Angka-angka ini mengarah pada kesimpulan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia, khususnya angkatan kerja, yang belum menjadi peserta dan belum memahami dana pensiun. Padahal, saat ini Indonesia juga tengah berada pada masa bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif lebih besar ketimbang usia nonproduktif.
Dengan jumlah penduduk nonproduktif yang kelak lebih besar daripada usia produktif, maka diperkirakan negara juga akan ikut terbebani. Diperlukan anggaran dan belanja sosial yang lebih besar untuk menjaga kelangsungan hidup dan kesejahteraan penduduk nonproduktif. Mengutip Statistik Penduduk Lanjut Usia 2021, sumber pembiayaan terbesar rumah tangga lansia berasal dari anggota rumah tangga yang bekerja. Hal ini terjadi pada 79,4 % rumah tangga lansia. Hanya 5,48 % rumah tangga yang mengandalkan dana pensiun dan 0,6 % rumah tangga yang menggunakan dana dari investasi untuk membiayai hidup sehari-harinya. Melihat fenomena saat ini dan proyeksi ke depan, tampak jelas pentingnya menyiapkan dana pensiun sejak masih berada dalam usia produktif. (Yoga)
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023