Lokapasar Masih Didominasi ”Reseller”
Pelaku UMKM yang berjualan di lokapasar per Juni 2022 telah mencapai 19 juta. Dari jumlah tersebut, hampir 90 % di antaranya merupakan UMKM pedagang atau reseller, baik produk dalam maupun luar negeri. Menjadi ironi karena sebagian besar barang yang dijual merupakan produk impor. Hal ini mengemuka dalam diskusi hibrida bertajuk ”Menilik Peluang Transformasi Digital Sektor UMKM untuk Akselerasi Perekonomian Nasional”, Selasa (27/9) di Jakarta. Diskusi ini diselenggarakan oleh harian Kompas dan Lazada Indonesia. ”Apabila ditelaah lebih dalam, kebanyakan barang yang dijual reseller sebenarnya buatan luar negeri alias impor. Siapa pun (warga) memiliki hak berbisnis di lokapasar. Kami tidak bisa mencegah kemunculan para reseller, tetapi kami dorong agar mereka lebih banyak menjual barang buatan lokal,” ujar Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi UKM Kementerian Koperasi dan UKM Temmy Satya Permana pada forum itu.
Menurut Temmy, Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kemendag telah menyepakati perlunya revisi Permendag No 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Kementerian Koperasi dan UKM mengusulkan agar barang yang dijual di lokapasar wajib disertai asal negara produksi. Revisi Permendag No 50/2020 diharapkan mampu melindungi konsumen dan produsen UMKM dalam negeri. Saat revisi selesai, semua produk yang beredar di lokapasar juga diharapkan bersertifikat halal dan memenuhi Standar Nasional Indonesia, selain mencantumkan negara asal produksi. (Yoga)
Postingan Terkait
UMKM Masih Bisa Nikmati PPh Final Nol
Pemerintah Siap Sasar Pajak Pedagang Online
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023