Naikkan Bunga, BI Injak Rem Lebih Awal
Kendati inflasi inti dan nilai tukar rupiah sejauh ini relatif terjaga, BI memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Selasa (23/8). Aksi injak rem perekonomian lebih awal ini merupakan langkah mendahului sebelum lonjakan inflasi benar-benar terjadi bila harga BBM dinaikkan dan terjadi gejolak harga pangan. ”Keputusan menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) tersebut sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers seusai RDG BI di Jakarta.
Sebelum dinaikkan, suku bunga acuan di level 3,5 % telah bertahan 18 bulan sejak Februari 2021. Perry mengatakan, hingga Juli 2022, inflasi inti masih relatif rendah, yakni 2,86 % secara tahunan (year on year/yoy). Nilai tukar pada 22 Agustus 2022 menguat secara rerata sebesar 0,94 % dibandingkan bulan sebelumnya berkat kembali masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik. Namun, ke depan, tekanan inflasi diperkirakan meningkat, didorong oleh masih tingginya harga energi dan pangan global, serta kesenjangan pasokan. Kondisi tersebut bisa mendorong inflasi pada tahun 2022 dan 2023 berisiko melebihi batas atas sasaran 3 % plus minus 1 %. Karena itu, BI memutuskan menaikkan suku bunga acuan lebih awal. (Yoga)
Tags :
#BungaPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Pasar Dalam Tekanan
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023