DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN : Peran IKM Dioptimalkan
Miwang Kartasasmita mengatakan bahwa pemerintah mencoba melakukan intervensi terkait dengan diversifikasi produk industri pangan melalui beragam cara, seperti pemanfaatan teknologi untuk kesiapan baku dan branding penghiliran produk. “Kami juga memfasilitasi perluasan akses pasar melalui link and match dengan mempertemukan pelaku IKM dengan eksportir, industri besar, retail, maupun horeka [hotel, restoran, dan kafe],” kata Agus, Selasa (23/8). Beberapa dukungan teknis lainnya meliputi manajemen usaha IKM, sistem mutu, teknis produksi, kemasan dan trace ability, termasuk dukungan industri 4.0 di sentra IKM. Menteri Agus menilai, para pelaku IKM memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan bahan baku, karakteristik proses produksi, serta kebutuhan sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut, lanjutnya, membentuk ekosistem sentra IKM yang terdiri atas para pelaku usaha, sektor hulu, pemasaran, dan juga pengurus di lokasi sentra. Upaya diversifikasi produk industri pangan dilakukan setelah sektor itu menyokong sebesar 38,38% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada kuartal /II 2022. Industri pangan juga tercatat memberikan surplus neraca perdagangan senilai US$12,95 miliar. Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa ada beberapa tantangan utama yang harus dihadapi IKM untuk meningkatkan kontribusinya, yakni jaringan distribusi antara produsen pangan besar dan IKM masih terfragmentasi, serta digitalisasi.
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023