TITIK BALIK PEMULIHAN EKONOMI
Di tengah masih beratnya beban ekonomi akibat ketidakpastian global, sinergisitas antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong laju ekonomi makin solid, sehingga mampu membangkitkan optimisme pada tahun ketiga pandemi Covid-19. Sejumlah indikator ekonomi pun berhasil mencatatkan kinerja yang ciamik pada paruh pertama tahun ini. Realisasi pertumbuhan ekonomi 5,44% pada kuartal II/2022, pertumbuhan investasi hingga 32%, serta kinerja manufaktur yang tetap ekspansif menguatkan optimisme tersebut. Catatan positif itu tak terlepas dari efektifnya strategi ‘rem dan gas’ yang diterapkan pemerintah dalam mengelola mobilitas masyarakat. Intervensi fiskal melalui beragam program bantalan sosial pun terbukti memberikan keseimbangan dari sisi penawaran dan permintaan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ekonomi global dewasa ini sejatinya masih cukup tersandera oleh krisis energi dan pangan akibat invasi Rusia ke Ukraina, sehingga mengatrol indeks harga konsumen (IHK). Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis kontribusi industri manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi nasional (produk domestik bruto/PDB) bisa di atas level 5% pada kuartal III/2022. Menurutnya, aktivitas manufaktur yang menggeliat mampu mendorong laju ekonomi lebih kencang. Selain memacu kinerja ekspor, kondisi ini juga meningkatkan daya beli masyarakat seiring dengan adanya normalisasi penghasilan.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023