MEMACU BELANJA PEMERINTAH
Di tengah perlambatan ekonomi global, rapor pertumbuhan ekonomi Indonesia justru tumbuh positif pada kuartal II/2022. Hal itu ditopang oleh peningkatan daya beli yang mendorong konsumsi rumah tangga. Di sisi lain, kinerja belanja pemerintah pada periode tersebut justru melemah. Berbagai upaya akan ditempuh untuk mengakselerasi belanja pemerintah pada paruh kedua tahun ini agar tumbuh lebih baik. Pasalnya, data menunjukkan bahwa belanja pemerintah pada kuartal II/2022 terkontraksi -5,24% secara tahunan (year-on-year/YoY).Belanja pemerintah yang dimaksud meliputi belanja pegawai, barang, modal, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial (bansos), hingga belanja tak terduga. Sementara itu, Badan Pusat Statistk (BPS) menyebutkan bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II/2024 yang mencapai 5,44% (YoY), mayoritas ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan ada tiga program pemerintah yang berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dan peningkatan belanja pemerintah. Pertama, bantuan dana sosial.
Kedua, lanjutnya, menjaga inflasi tetap rendah agar daya beli masyarakat tetap terkendali. Ketiga, program Kartu Prakerja. Menurutnya, Kartu Prakerja berdampak positif kepada kualitas sumber daya manusia Indonesia. Apalagi, Indonesia punya bonus demografi .
Tags :
#Belanja PemerintahPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Evaluasi atas Membengkaknya Belanja Pajak
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023