Memutus Rantai Jaringan Mafia Tanah di BPN
Polisi terus mengusut jaringan mafia tanah di BPN. Terbaru, Sabtu (16/7), Polda Metro Jaya menjadikan tersangka dan menahan tiga pejabat BPN yang terkait praktik mafia tanah di wilayah Bekasi, Jabar. Mereka adalah NS (50), Kepala Kantor BPN Pelembang yang saat kasus terjadi adalah Kasie Infrastruktur Pengukuran Kantor BPN Kabupaten Bekasi. Lalu, RS (58), Kasie Survei Kantor BPN Bandung Barat, yang merupakan mantan Kasie Pengukuran dan Pemetaan Kantor BPN Kabupaten Bekasi. Kemudian P (59), pensiunan BPN, mantan Koordinator Pengukuran Kantor BPN Kabupaten Bekasi.
Ketiga tersangka terlibat kasus mafia tanah di Bekasi pada 2016-2017 dengan menerbitkan peta bidang berdasarkan warkah palsu. Mereka menambah deretan 10 pegawai BPN yang ditangani polisi terkait kasus mafia tanah di Jakarta-Bekasi. Mereka terlibat dalam empat laporan, mulai dari kasus di Jagakarsa, Jakarta Selatan; Cilincing, Jakarta Utara; Babelan, Bekasi; dan penanganan lanjutan kasus keluarga pesohor Nirina Zubir. Penangkapan tiga tersangka baru itu melegakan Waluyo (63) dan keluarganya. Mereka menjadi korban tersangka AS alias ”Pak Haji” yang memanfaatkan sertifikat palsu buatan dua tersangka dari lingkungan BPN.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan, MB menerima ratusan juta rupiah untuk menerbitkan sertifikat tanpa prosedur yang benar. Padahal, program PTSL yang dicanangkan Presiden Jokowi sejak 2018 itu seharusnya gratis. Menurut Hengki, kini para mafioso bermain dalam penerbitan sertifikat, tidak lagi dalam proses jual beli. Mirisnya, proses ini dibantu pegawai BPN. Keterlibatan pegawai BPN juga baru-baru ini terungkap dari penangkapan mantan Ketua Ajudikasi PTSL Jakarta Selatan berinisial PS. Ia menerbitkan sertifikat tanpa warkah yang benar pada sebidang lahan di Jagakarsa, Jaksel. (Yoga)
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
KPK Dalami Kasus Gratifikasi di Lembaga Negara
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023