;

KEKERASAN DI PAPUA, Intensifkan Operasi Penegakan Hukum

KEKERASAN DI PAPUA,
Intensifkan Operasi
Penegakan Hukum

Serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menewaskan 10 warga Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, tak hanya tergolong sebagai pelanggaran HAM berat, tetapi juga gerakan makar serta terorisme. Pemerintah perlu mengintensifkan operasi penegakan hukum, selain upaya dialog, untuk menyelesaikan persoalan di Papua. Penegakan hukum secara tegas bukan hanya dilakukan untuk menangani aksi KKB di Nduga, melainkan juga serangkaian kekerasan yang selama ini terjadi di Papua dan Papua Barat. Termasuk di dalamnya penegakan hukum terhadap distribusi amunisi dan senjata api kepada KKB yang diyakini menjadi salah satu sumber kekerasan.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani, Minggu (17/7) mengungkapkan, sebenarnya pemerintah telah berupaya membuka dialog dengan berbagai pihak terkait. Namun, upaya itu belum mendapatkan sambutan positif dari KKB. Arsul memandang, kekerasan di Papua sudah masuk kategori pelanggaran HAM berat, juga merupakan tindakan makar dan terorisme massal terhadap warga sipil dan aparatur pemerintah, oleh karena itu sudah saatnya Polri didukung penuh TNI melakukan operasi penegakan hukum yang lebih masif dan tegas terhadap KKB di Papua. Polri dan TNI diharapkan tak ragu atau khawatir operasi penegakan hu- kum itu akan dituding sebagai tindakan pelanggaran HAM oleh pihak tertentu. Komisi III DPR akan memberikan dukungan politik. (Yoga)


Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :